25 November 2011 17:52
Bisakah Income Naik 800%??
Banyak orang "menghindari" menjadi orang sales karena mereka pikir orang more..
Anita F
05 Desember 2011 12:11
Apakabar Pak Thomas....? Perkenalkan nama saya Anita.... Saya sudah baca buku "Your Great Success Starts
more..
Saya dilahirkan dari keluarga yang miskin. Seumur hidup saya juga tidak mengecap pendidikan yang tinggi. Tapi selama ini saya membaca dari koran atau majalah bekas, banyak orang yang tidak beruntung seperti saya bisa sukses. Apakah itu karena pengaruh bakat atau faktor hoki semata? Mohon pencerahannya.
more..
25 November 2011 17:52
Bisakah Income Naik 800%??
Banyak orang "menghindari" menjadi orang sales karena mereka pikir orang sales adalah orang yang harus selalu dilapangan, ditolak orang, banyak akal, pandai bicara, dan hasil kerja tidak pasti... "Jadi kalo di dunia sudah nggak ada kerjaan lain, barulah kecemplung ke sales... Padahal... Bekerja di bidang sales... 95% hasil adalah tergantung pada diri sendiri... 5% tergantung pada produk, atasan, perusahaan dan industrinya. Jika dari awal dia bisa memilih perusahaan dengan benar, produk yang unggul dan industri yang masih growth terus... Maka dia bisa ciptakan penjualan yg berlipat. Seorang sales sejati pasti berani mengambil resiko 100% hasil adalah berdasarkan komisi dan bonus. Sehingga kalo dia rajin 2X lipat melayani konsumen, belajar & jadi pintar hadapi penolakkan 2X lipat (turunkan rasio gagal 1/2 dr sebelumnya), dan cerdik cari pembeli yg lebih kaya 2X, maka dia bisa naikkan omset 800%! $ales sejati akan menjadi cikal bakal Entrepreneur sukse$ dimasa depan!
Salam $ukses Luar Biasa!!!
Thomas $ugiarto
Thomas Sugiarto
25 November 2011 17:50
$uccessful People Mindset :
Banyak orang berharap bisa bekerja dibidang yg disukainya agar dia bisa sukses. Ini sesungguhnya sangat manusiawi. Tapi pada kenyataannya, tidak banyak orang mempunyai kesempatan tersebut.
Tapi ada 1 hal yang PASTI BISA adalah jika orang mulai bekerja dgn sungguh-sungguh suatu pekerjaan yg konon pada awalnya orang tsb mungkin tdk menyukainya... Tapi dia tahu pekerjaan ini kalo dikerjakan dengan sungguh2 dia bisa $ukses Luar Biasa karena sudah banyak buktinya....Sehingga dia pelan-pelan dia mau belajar menyukai pekerjaan tersebut... Maka saya bisa 1000% yakin bahwa orang ini Pasti Bisa Mencapai $ukses Luar biasa!!!
Thomas Sugiarto
03 Oktober 2011 09:51
Ke$uksesan = Kesempatan x Persiapan ?
98% mengatakan IYA!!
Tapi mengapa hanya sedikit orang yang sukses luar biasa sementara banyak yang belum mencapai kesuksesan?
Hal ini disebabkan :
1. Banyak yang anggap kesempatan itu sulit dicari.
2. Kesempatan itu hoki-hokian
3. Kesempatan hanya ada pada mereka yang punya banyak teman atau orang tua kaya
4. Merasa dirinya terlahir dengan nasib sial...tidak berbakat
5. Belum waktunya...tunggu de...
6. Dan seabreg alasan lainnya....
TAPI..pada kenyataannya :
1. Kesempatan itu ada dan tersebar dimana-mana
2. Kesempatan itu bisa diciptakan bukan hanya bisa datang kebetulan....!!
3. Kesempatan itu tergantung pada cara Anda berpikir....Jika Anda pikir Apa yang Anda punya dulu...maka kesempatan akan lebih sulit muncul....Tapi jika Anda pikir apa yang ANDA MAU, baru kombinasikan dengan apa yang Anda punya + siapa yang bisa Anda ajak sinergi....Maka kesempatan akan terbuka lebar....
4. Selalu coba berpikir terbalik.... Menantang "Kondisi Sulit / Tidak bisa" dengan kata " Why Not? "
5. Yang terpenting....Selali siapkanlah diri Anda sebaik mungkin, baik dari segi : Sikap, Keterampilan, Pengetahuan, Network, Integritas, Strategi dan Kemauan untuk ulurkan tangan terlebih dahulu....Dan kata : "YA...Saya BISA!"
6. Pada akhirnya...Kesempatan itu akan tercipta ataupun datang dengan sendirinya....
So....Try it many times...Never Ever Give Up....Anda Make IT Happen NOW!!!!
God Bless You All...
Salam Luar Biasa,
Thomas Sugiarto
Thomas Sugiarto
02 Desember 2009 12:50
Berbisnis dengan Penuh Integritas
J ika suatu hari anda sedang makan makanan yang sangat enak, hingga membuat anda lahap sekali dan tiba-tiba anda baru tahu bahwa makanan yang sedang dimakan itu tidak halal. Apa yang akan dilakukan? Apakah anda akan memuntahkannya atau tetap ditelan?
Mari simak sebuah kisah tentang “Berbisnis dengan penuh Integritas”.
Suatu hari di bisnis properti saya, Thomas Mitra Property & Invesment, seorang Marketing Associate (MA) masuk ke ruangan saya dan berkata, “Pak Thomas, kita sudah mau deal satu property nilainya Rp. 1.8 M”. Saya pun bertanya, “Bagus sekali kalau begitu, apakah kamu sudah cek semua dokumennya terutama terhadap peruntukkannya?” MA tersebut menjawab, “Belum Pak.” Lalu saya berkata dengannya, “Coba kamu cek terlebih dahulu, mari saya bantu”. Ternyata setelah saya cek, di peta itu ada tanda “+”, yaitu tanda tempat pemakaman atau kuburan. “Apakah kamu sudah melihat bahwa di sana ada lokasi kuburan?” Tanya saya. Lalu MA tersebut berkata, “Wah, saya tidak melihat adanya kuburan di sana, komplek itu kecil dan dikelilingi dinding-dinding tinggi.”
Akhirnya saya mengajak MA tersebut ke lokasi. Sesampainya disana, ternyata komplek tersebut masih baru. Satu hal yang membuat saya heran adalah belum banyak penghuni di sana. Sekeliling komplek ditutup dengan dinding-dinding yang sangat tinggi, saya pun masuk ke dalam rumah yang ingin dijual dan naik ke lantai 2, ternyata masih belum bisa melihat ke luar komplek, hingga akhirnya saya naik lagi hingga sampai di tempat toren air. Walaupun badan saya agak gemuk, tetap saja harus dilakukan. Ternyata, dibalik dinding komplek itu adalah kuburan semua. Dan tepat disebelah dinding kamar tidur adalah kuburan.
Apakah anda mau membeli rumah seperti itu? Tentu saja jarang sekali ada orang yang mau. Lalu saya mengatakan kepada MA, “Coba sekarang sampaikan kepada calon pembeli, minta ia datang ke sini, katakan bahwa di samping rumah ada kuburan dan minta maaf karena baru sekarang diberitahu”. Ketika calon pembeli mengangkat telepon itu, ia sangat merasa kecewa, tapi tetap berterima kasih karena kami menyampaikan hal tersebut sebelum ia melakukan DP. Calon pembeli pun datang untuk melihat dan berkonsultasi, akhirnya dia tidak jadi membeli rumah itu.
Nah, bagi kami, sebuah integritas sangat penting dalam melakukan sebuah bisnis. Dalam hal ini, kami lah yang melakukan kesalahan karena tidak memberitahu dari awal. Lalu kami bertemu pemilik rumah dan berkata, “Bu, di samping rumah ada kuburan, tidak bisa dijual dengan harga Rp.1.8Milyar”. Ternyata pada saat pemilik rumah membeli rumah tersebut, ia juga tidak tahu kalau ada kuburan di sekeliling komplek, mau tidak mau ia jual kembali.
Hampir 90% - 95% orang yang begitu mendengar ada kuburan, langsung menciut dan tidak jadi membeli rumah tersebut. Mereka lebih memilih rumah lain yang bebas dari kuburan yang juga sedang dipasarkan oleh Thomas Mitra.
Setelah 2–3 bulan berikutnya, kami bertemu seorang pembeli yang tidak terlalu meng-khawatirkan adanya kuburan di samping rumah. Tetapi tetap saja orang itu melakukan ritual terlebih dahulu sebelum menempati rumah tersebut dengan menggunakan jasa “orang pintar”. Ketika “orang pintar” itu mengatakan bahwa semua hal negative yang ada sudah beres dan bersih, calon pembeli itu pun melakukan penawaran dan akhirnya rumah itu terjual dengan harga Rp.1.3Milyar.
Apa moral cerita rumah dengan bonus kuburan ini? Sesungguhnya ketika kita melakukan sebuah penjualan, lakukanlah dengan penuh integritas. Kalau kita ada yang tidak beres, harus diceritakan dari awal. Sehingga calon pembeli benar-benar sadar waktu membelinya sehingga tercipta win-win solution.
Harus selalu diingat, nama baik itu sangat penting dan mahal harganya, karena kita tidak menjual untuk hari ini saja, tetapi untuk esok dan seterusnya.
Jadi, lakukan bisnis dengan penuh integritas!
Keep in Believing-Learning-Action!
Salam Sukses Luar Biasa.
Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama Anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.
Thomas Sugiarto