s
enTRpreneurS NEWS Edisi Perdana
11 Desember 2009 12:41
enTRpreneur$ NEWS edisi perdana diterbitkan pada bulan Desember 2009. enTRpreneru$ NEWS dapat menjadi sebuah dukungan more..
s
02 Desember 2009 12:50

Berbisnis dengan Penuh Integritas

Jika suatu hari anda more..

s
Wiempi
05 November 2009 10:17

Very inspiring.. motivate me to do something out of the box..

more..
s
Saya dilahirkan dari keluarga yang miskin. Seumur hidup saya juga tidak mengecap pendidikan yang tinggi. Tapi selama ini saya membaca dari koran atau majalah bekas, banyak orang yang tidak beruntung seperti saya bisa sukses. Apakah itu karena pengaruh bakat atau faktor hoki semata? Mohon pencerahannya. more..
 


 02 Desember 2009 12:50 

Berbisnis dengan Penuh Integritas

Jika suatu hari anda sedang makan makanan yang sangat enak, hingga membuat anda lahap sekali dan tiba-tiba anda baru tahu bahwa makanan yang sedang dimakan itu tidak halal. Apa yang akan dilakukan? Apakah anda akan memuntahkannya atau tetap ditelan?

Mari simak sebuah kisah tentang “Berbisnis dengan penuh Integritas”.

Suatu hari di bisnis properti saya, Thomas Mitra Property & Invesment, seorang Marketing Associate (MA) masuk ke ruangan saya dan berkata, “Pak Thomas, kita sudah mau deal satu property nilainya Rp. 1.8 M”. Saya pun bertanya, “Bagus sekali kalau begitu, apakah kamu sudah cek semua dokumennya terutama terhadap peruntukkannya?” MA tersebut menjawab, “Belum Pak.” Lalu saya berkata dengannya, “Coba kamu cek terlebih dahulu, mari saya bantu”. Ternyata setelah saya cek, di peta itu ada tanda “+”, yaitu tanda tempat pemakaman atau kuburan. “Apakah kamu sudah melihat bahwa di sana ada lokasi kuburan?” Tanya saya. Lalu MA tersebut berkata, “Wah, saya tidak melihat  adanya kuburan di sana, komplek itu kecil dan dikelilingi dinding-dinding tinggi.”

Akhirnya saya mengajak MA tersebut ke lokasi. Sesampainya disana, ternyata komplek tersebut masih baru. Satu hal yang membuat saya heran adalah belum banyak penghuni di sana. Sekeliling komplek ditutup dengan dinding-dinding yang sangat tinggi, saya pun masuk ke dalam rumah yang ingin dijual dan naik ke lantai 2, ternyata masih belum bisa melihat ke luar komplek, hingga akhirnya saya naik lagi hingga sampai di tempat toren air. Walaupun badan saya agak gemuk, tetap saja harus dilakukan. Ternyata, dibalik dinding komplek itu adalah kuburan semua. Dan tepat disebelah dinding kamar tidur adalah kuburan.

Apakah anda mau membeli rumah seperti itu? Tentu saja jarang sekali ada orang yang mau. Lalu saya mengatakan kepada MA, “Coba sekarang sampaikan kepada calon pembeli, minta ia datang ke sini, katakan bahwa di samping rumah ada kuburan dan minta maaf karena baru sekarang diberitahu”. Ketika calon pembeli mengangkat telepon itu, ia sangat merasa kecewa, tapi tetap berterima kasih karena kami menyampaikan hal tersebut sebelum ia melakukan DP. Calon pembeli pun datang untuk melihat dan berkonsultasi, akhirnya dia tidak jadi membeli rumah itu.

Nah, bagi kami, sebuah integritas sangat penting dalam melakukan sebuah bisnis. Dalam hal ini, kami lah yang melakukan kesalahan karena tidak memberitahu dari awal. Lalu kami bertemu pemilik rumah dan berkata, “Bu, di samping rumah ada kuburan, tidak bisa dijual dengan harga Rp.1.8Milyar”. Ternyata pada saat pemilik rumah membeli rumah tersebut, ia juga tidak tahu kalau ada kuburan di sekeliling komplek, mau tidak mau ia jual kembali.

Hampir 90% - 95% orang yang begitu mendengar ada kuburan, langsung menciut dan tidak jadi membeli rumah tersebut. Mereka lebih memilih rumah lain yang bebas dari kuburan yang juga sedang dipasarkan oleh Thomas Mitra.

Setelah 2–3 bulan berikutnya, kami bertemu seorang pembeli yang tidak terlalu meng-khawatirkan adanya kuburan di samping rumah. Tetapi tetap saja orang itu melakukan ritual terlebih dahulu sebelum menempati rumah tersebut dengan menggunakan jasa “orang pintar”. Ketika “orang pintar” itu mengatakan bahwa semua hal negative yang ada sudah beres dan bersih, calon pembeli itu pun melakukan penawaran dan akhirnya rumah itu terjual dengan harga Rp.1.3Milyar.

Apa moral cerita rumah dengan bonus kuburan ini? Sesungguhnya ketika kita melakukan sebuah penjualan, lakukanlah dengan penuh integritas. Kalau kita ada yang tidak beres, harus diceritakan dari awal. Sehingga calon pembeli benar-benar sadar waktu membelinya sehingga tercipta win-win solution.

Harus selalu diingat, nama baik itu sangat penting dan mahal harganya, karena kita tidak menjual untuk hari ini saja, tetapi untuk esok dan seterusnya.

Jadi, lakukan bisnis dengan penuh integritas!

Keep in Believing-Learning-Action!
Salam Sukses Luar Biasa.

Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama Anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.

Thomas Sugiarto
 02 Desember 2009 12:48 

Koper Satu Milyar Rupiah

Pada suatu waktu, hiduplah seorang pria muda, namanya Jodi, ia baru saja mendapatkan uang Rp.1.000.000.000,-. Karena terlalu senangnya, ia jalan-jalan dahulu ke Mall untuk melepas penat. Hari itu dihabiskannya dengan gaya hidup seorang Milyuner. Sampai akhirnya, awal dari kehidupan buruknya pun dimulai. Sewaktu asik bertelepon, ia meninggalkan koper yang berisi uang 1 Milyar. Setelah selesai berbicara via telepon dan kembali ke tempat semula, ternyata koper yang berisi 1 Milyar sudah tidak ada di tempat, ia pun getar-getir mencari koper tersebut. Seakan tak percaya, ia terus menunggu sambil duduk diam, berharap koper itu ada mengembalikannya. Karena lama menunggu, akhirnya ia pun pulang ke rumah.

Berapa hari kemudian, handphone Jodi berdering keras sehingga memecah pikirannya yang sedang kesal. Ia pun mengangkat telepon itu, terdengar suara kasar seorang pria, “Halo, saya Pieter. Apa benar anda kehilangan sebuah koper yang berisi uang 1 Milyar?” dengan cepat Jodi langsung menjawab. “Betul, itu adalah koper saya.” Pieter pun berkata, “Saya yang menemukan koper anda kemarin di Mall, sebenarnya saya tidak mau menghubungi anda. Tapi semalam ketika saya tertidur sambil memeluk koper yang berisi 1 Milyar ini, ada seorang malaikat datang dan mengatakan bahwa uang ini tidak boleh saya miliki semua. Harus dikembalikan kepada yang punya, tapi saya diminta bertanya, jika saya kembalikan, berapa komisi yang akan didapat? Jika menurut saya tidak adil, maka 1 Milyar ini boleh menjadi milik saya. Tapi jika menurut saya adil, maka uang saya hanyalah komisi yang diberikan tersebut. Lalu saya menemukan sebuah kartu nama anda di dalam koper. Sekarang saya ingin bertanya, jika saya kembalikan koper ini, berapa komisi yang akan anda berikan?” Jodi pun menjadi bingung, setelah sekian lama terdiam, ia berkata, “Baiklah Pak Pieter, saya akan memberikan 20% untuk anda jika koper itu dikembalikan beserta isinya.” Tiba-tiba Pieter berkata, “Tidak adil, uang ini kan sudah di tangan saya, tapi saya hanya dapat 20%, enak saja!” telepon pun langsung terputus.

Setelah beberapa hari kemudian, handphonenya kembali berdering, dengan cepat ia angkat kembali, “Halo, Pak Jodi, saya Pieter, yang kemarin menelepon.” Dengan nada semangat penuh harapan Jodi berkata, “Iya Pak Pieter, bagaimana dengan negosiasi kita? Saya tingkatkan menjadi 50% saja, Ok? Kan jadi adil kalau kita bagi dua”. “Maaf Pak Jodi, uang 1 Milyar sudah saya bagi-bagikan kepada orang banyak, kepada orang kaya maupun yang pas-pasan. Jika kamu ingin uang itu kembali, carilah mereka dan mintalah uang itu kembali. Tapi ingat, mereka tidak akan memberikan uang itu secara cuma-cuma, kau harus menukarkannya dengan produk berupa barang atau jasa. Dari sana, kau boleh mengambil untung. Agar lebih cepat, dalam 1 hari temuilah 10 orang, jadi dalam 1 tahun uang 1 Milyar mu akan kembali”. Telepon pun langsung terputus lagi.

Pembaca Info Kebayoran yang luar biasa, jika anda menjadi Jodi, apa yang akan dilakukan? Apakah hanya terus menunggu dan menunggu sambil meratapi kesedihan dan berharap ada yang akan mengembalikan koper 1 Milyar anda? Atau akan langsung melakukan apa yang dikatakan Pieter, menemui 10 orang 1 hari, terus berbisnis dan memperoleh untung yang dalam satu tahun bisa mengembalikan uang anda 1 Milyar?

Tempatkanlah diri anda seperti Jodi yang sedang kehilangan uang 1 Milyar dan ingin uang itu segera kembali, lakukanlah pertemuan dengan orang banyak agar bisa menghasilkan omset yang besar. 1 Milyar dalam setahun pun akan kembali.

Jangan tunggu lagi, lakukan sekarang, dan ingat, waktu anda hanya 1 tahun saja!

Keep in Believing-Learning-Action!
Salam sukses luar biasa.

Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama Anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100 juta per bulan.

Thomas Sugiarto
 04 September 2009 11:36 

Ciptakan Kesan Pertama yang Kreatif dan Berkesan

“Kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda..”
Sebuah tagline iklan parfum yang sangat terkenal bahkan mungkin hingga saat ini. Dalam kenyataannya memang seperti itu. sebuah kesan pertama yang sangat berkesan kita perlukan agar diri kita dapat selalu diingat dan hubungan yang baik pun dapat tercipta dengan baik.

Di dalam dunia bisnis, menciptakan kesan pertama yang menarik adalah suatu hal yang HARUS dikuasai oleh kita. MENGAPA? Agar lawan bisnis yang baru saja dikenal dapat dengan cepat menjadi partner bisnis kita.

Hal inilah yang saya lakukan ketika bertemu dengan salah seorang Presiden Direktur sebuah perusahaan Multinasional yang sangat besar dan terkenal. Saya bertemu dengan beliau saat sedang makan siang di sebuah restoran di kawasan Pondok Indah, yang tepat berada di bawah kantor saya waktu itu. Jujur, waktu itu beliau belum mengenali saya, tapi saya sudah kenal dengan beliau.

Kalau berkenalan dengan cara yang konvensional seperti datang dan berjabat tangan, memberikan kartu nama, sangatlah biasa. Mungkin saja nanti kartu nama saya diletakkan di tong sampah.
Nah, agar beliau dapat selalu mengingat saya, otomatis saya harus melakukan sebuah cara berkenalan yang sangat unik, impresif, kreatif, dan mengesankan pastinya. Ide pun muncul di pikiran saya.
Yang saya lakukan adalah menghampiri kasir dan mengatakan,
“Mbak, orang yang duduk di sebelah sana adalah teman saya. Kami sudah lama tidak bertemu. Saya mau memberikan kejutan dengan membayarkan makanannya. Kalau dia tanya siapa yang bayar makannnya, bilang saja teman beliau yang namanya Thomas Sugiarto yang kantornya ada di atas.”
Setelah itu saya kembali ke kantor.

Kemudian satelah Presiden Direktur tersebut selesai makan dan pergi menghampiri kasir untuk membayar makanannya, kasir memberitahu bahwa makanannya sudah dibayar oleh temannya yang bernama Thomas Sugiarto yang kantornya ada di atas. Tentu saja beliau terkejut dan terheran-heran sambil bertanya siapakah gerangan Thomas Sugiarto itu.

Lalu beliau pun naik ke atas, ke kantor saya dan akhirnya kami bertemu dan berbincang-bincang.
Beliau berterima kasih kepada saya karena sudah men-traktirnya. Saya pun mengatakan, “tidak apa-apa Pak, ini kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk bisa men-traktir Bapak.”
Sebelum beliau bertanya kapan kita berkenalan, saya langsung berkata, “Wah, mungkin Bapak sudah lupa! Kita pernah bertemu di sebuah seminar di Shangri-La atau di Grand Hyatt sekitar dua tahun yang lalu”
Raut wajah beliau menampakkan sedang berpikir keras mengingat-ingat waktu kita bertemu dan berkenalan.
Lalu saya pun lanjut berkata, “Tidak apa-apa Pak, mungkin Bapak sudah lupa karena sering menghadiri seminar dan acara resmi sehingga bertemu banyak orang”
Beliau pun akhirnya mengangguk-angguk dan setuju sambil tertawa.

Saat itu seolah-olah kami sudah seperti teman lama. Hingga saat ini, beliau masih menjadi Klien bisnis saya yang loyal dan sering melakukan kerjasama bisnis dengan saya.

Para pembaca yang luar biasa, coba anda bayangkan… Jika saya menggunakan cara yang biasa-biasa saja, beliau mungkin tidak akan mengingat saya. Namun, sebuah kesan pertama yang mengesankan yang telah saya ciptakan, membuat beliau mengingat saya selalu.

Oleh karena itu, selalu ciptakan kesan pertama yang kreatif dan berkesan terhadap calon klien anda.

Keep in Believing-Learning-Action!
Salam sukses luar biasa.


Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.

Thomas Sugiarto
 04 September 2009 11:24 

Kepiting Saus Lada Hitam yang bernilai “Rp.30juta”

Ketika saya terbaring di rumah sakit di Singapura, saya punya dua pilihan. Pertama, adalah tiduran sambil merenungkan nasib, kedua adalah melakukan sesuatu hal yang bermanfaat bagi saya sendiri dan orang lain.

Akhirnya saya melihat kembali sms yang ada di Handphone. Akhirnya tertuju pada sebuah nama seorang calon nasabah saya. Saya ingat kalau beliau sangat suka sekali makan kepiting. Lalu saya pun bertanya kepada diri saya sendiri, “Thomas, apa yang bisa kamu lakukan dengan kondisi seperti ini?”

Lalu, sebuah ide cemerlang pun muncul.

Saya langsung menelpon ke Jakarta dan meminta staf saya untuk membelikan kepiting saus lada hitam di Kelapa Gading dan mengantarnya ke rumah calon nasabah saya yang ada di Jakarta Selatan jam 5 sore.

Alhasil, kepiting pun diantarkan ke rumah calon nasabah saya tepat pada waktunya.
Ketika calon nasabah saya menerimanya, beliau sangat gembira. Kemudian beliau berkata, “tolong sampaikan kepada Pak Thomas terima kasih banyak sudah repot-repot membeli dan mengantarkan kepiting saus lada hitam ini.”

Lalu staf saya menjawab, “Baik Pak, nanti kalau Pak Thomas sudah pulang akan saya sampaikan.”
Lalu beliau pun terheran-heran bertanya lagi, “lho,memang Pak Thomas kemana?”
“Di Singapura Pak”, jawab staf saya.
“Oh, sedang jalan-jalan ya?” Tanya calon nasabah saya lagi.
Lal staf saya pun menjawab, “bukan Pak, tapi sedang berobat. Sekarang berada di rumah sakit.”
Beliau pun sangat terkejut sambil mengatakan, “Lho, sedang sakit kok bisa mengirimkan kepiting saus lada hitam ini?”

Akhirnya setelah beberapa saat, beliau menelpon saya.
Ketika saya angkat telepon itu dan menjawab, “Halo..”
Beliau langsung berkata, “Waduh… ngapain kamu kirim kepiting ini? Padahal kamu kan sedang sakit.”
“Saya memang sedang sakit Pak, tapi ketika sedang buka-buka sms dan melihat nama Bapak, saya langsung ingat kalau Bapak suka makan kepiting, makanya saya kirim kepiting saus lada hitam kesukaan Bapak.” Jawab saya.
Beliau pun sangat terharu dan mengatakan, “Ok d kalau begitu, nanti kalau sudah sembuh dan kembali di Jakarta, kita bertemu dan mengobrol lagi.”

Beberapa hari kemudian, setelah saya sudah pulang ke Jakarta, saya menelpon beliau. Setelah bincang-bincang tidak lama, beliau berkata, “Ok Thomas, nanti hari Minggu sore kamu datang ke rumah saya ya, jangan lupa bawa proposal yang kemarin.”

Sesampainya di rumah beliau, tanpa banyak bicara beliau bertanya, “Ok Thomas, bagian mana yang harus saya tanda tangan?”

Akhirnya bisnis pun tecipta. Yang mengejutkan adalah, keuntungan yang saya peroleh sekitar 10.000% dari biaya kepiting saus lada hitam dan biaya telepon Internasional.

Mengapa bisa begitu? Karena saya mau memberikan terlebih dahulu, akhirnya Tuhan memberikan saya rezeki yang berlipat ganda.

Para pembaca yang luar biasa, sikap memberi yang dilakukan secara tulus seringkali membuahkan hasil yang manis.

Jadi, tetaplah untuk terus memberi terlebih dahulu, selanjutnya bersiap-siaplah untuk menerimanya kembali dalam jumlah yang berlipat ganda.

Keep in Believing-Learning-Action!

Saya, Thomas Sugiarto akan selalu bersama anda untuk mencapai sukses ber-income Rp.100juta per bulan.

Thomas Sugiarto

page : [1] 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38